Senin, 22 Juni 2015

Menjadi pemenang tak selalu menjadi juara

Pernahkah terpikir dalam benak kita ketika kita selalu merasa kalah dalam berbagai hal. Pernahkah kita juga berfikir mengenai cara-cara agar selalu menjadi pemenang dan menjadi juara dalam berbagai hal. Insya Allah, pikiran kemenangan supaya selalu menjadi juara adakalanya terbersit dalam benak kita. Namun dalam “perlombaan” tersebut mungkin kita selalu terkalahkan oleh pesaing kita, baik itu dari rekan kerja kita dan yang lainnya. Kita senantiasa terbayang-bayang dalam berbagai ilusi kemenangan yang ingin kita raih. Akhirnya kita selalu berusaha melakukan berbagai upaya untuk berusaha menjadi seorang pemenang dan bergelar seorang juara. Sehingga seingkali ada kalanya kita menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan tersebut. Namun, pernahkan kita berfikir bahwa seorang pemenang itu tidak mesti harus menjadi seorang yang juara. Boleh jadi kita menjadi juara tetapi kita tidak menjadi seorang pemenang yang sesunggunya. Seorang pemenang adalah seorang yang mampu melebihi, mengungguli seseorang, sehingga dapat menjadi seorang yang lebih dari orang lain. Tetapi berbeda dengan juara, seorang yang juara boleh jadi memenangkan sesuatu perlombaan/pertandingan, tetapi belum tentu juara yang didapatkan itu menjadi sesuatu bukti kemenangan sejati. Kekalahan sejati adalah ketika kita menjadi seorang juara, tetapi kita mendapatkannya dengan kecurangan, dengan menghalalkan berbagai cara untuk diusahakan supaya dia menjadi pemenang. Bisa jadi orang yang kalah tetapi karena seseorang itu berusaha dengan gigih untuk mendapatkan apa yang dia inginkan tanpa melakukan cara-cara curang dengan menghalalkan segala cara. Walaupun seseorang kalah, tetapi sejatinya dia adalah pemenang yang sesungguhnya. Berusaha untuk menjadi juara itu boleh tetapi jangan sampai kemenagan yang kita citakan menggunakan berbagai cara yang semestinya tidak boleh dilakukan. Karena kecurangan itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang kalah. Berharap menjadi orang yabng menang dengan melakukan berbagai kebenaran tanpa kecurangan, walalupun kalah tetapi didalam hatinya tanang tanpa harus memikirkan kemenangan yang berlebihan apalagi hanya sekedar kalah dalam perlombaan. Sesungguhnya kehidupan orang-orang kalah yang selalu ingin menjadi juara, adalah kehidupan semu dengna berbagai kedengkian yang membuat hati mereka tidak tenang. Hati mereka diliputi rasa ketegangan karena selalu merasa ingin menjadi seorang pemenang dan bergelar juara. Mari mengingat sabda Rasulullah Muhammad SAW,” Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah bersabda, “ Bukanlah orang yang kuat iru yang dapat membanting lawannya, kekuatan seseorang itu bukan diukur dengan kekuatan tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang dapat menahan hawa nafsunya pada waktu marah”. (Bukhari-Muslim) Pemenang Sejati adalah seorang yang selalu menjaga dirinya untuk selalu berbuat yang terbaik dan benar ddalam kehidupannya. Hingga jika ia mendapatkan gelar juara, maka sesunggunhnya kemenangan dan juara itulah sebuah hal yang sejatinya akan kita peroleh di akhirat kelak. Jadi, bukanlah seorang pemenang itu adalah orang-orang yang kuat.

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.com.com tipscantiknya.com